Archive for October 2011

Setiap tahun berulang- ulang ketika datang hari raya Idul Adha, di masjid- masjid, di televisi kita mendengar dan menyimak kisah yang sangat akrab tentang arti sebuah pengorbanan. Kisah Nabi Ibrahim yang mematuhi perintah Tuhan mengorbankan anaknya Ismail melalui mimpi 3x berturut-turut. Kira-kira kisahnya seperti berikut :
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Baca Selengkapnya »

Pukul 2 dini hari ini, sebuah BBM masuk dari seorang teman PS. Isinya singkat ; “Bro, Hen meninggal”. PS terkejut dan terdiam cukup lama dan kemudian membalas dg kalimat “innalillahi….”.
Betapa tidak terkejut, teman yang meninggal ini selain masih muda, berpostur tubuh tegap juga bisnisnya sedang berkembang dengan cepat.
- Ketika Steve Jobs, CEO Apple meninggal, kita masih berpikir ; “Ah, usianya sudah lumayan tua. Lagipula menderita kanker pankreas. Ada “alasan kematiannya” Baca Selengkapnya »

Sore itu disebuah tempat makan..
Seorang pemuda asyik melahap makanan yang terhidang di hadapannya. Sengaja dia memesan masakan kegemarannya. Bau masakan memenuhi seluruh ruangan restoran, menitikkan air liur siapapun yang ada disana.
Selesai makan, pemuda itu tidak langsung pergi, dia memesan segelas minuman dingin. Mungkin berniat lebih lama duduk disana menghabiskan waktu sore. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang kakek tua yang berdagang asongan yang duduk di samping luar restoran itu. Baca Selengkapnya »

“Perumpamaan teman yang saleh dengan teman yang buruk bagaikan penjual minyak wangi dengan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, maka bisa jadi dia menghadiahkan parfumnya kepadamu atau kamu membeli darinya atau kamu akan mendapatkan bau wangi darinya. Sedangkan pandai besi, jika apinya tidak membakar bajumu maka kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari – Muslim)
Itu adalah sebuah perumpamaan. Bukan hanya dari segi ibadah, perumpamaan diatas juga bisa dipakai dari segala aspek dalam persahabatan atau lingkungan kita apakah itu berupa pola pikir, kebiasaan maupun penghasilan. Tak heran ada ungkapan yang berkata “tunjukkan padaku siapa temanmu maka akan kuberitahu siapa dirimu”. Baca Selengkapnya »





